Memahami Trauma
Trauma adalah pengalaman yang
dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional seseorang. Untuk pemahaman lebih
dalam, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Definisi dan Jenis Trauma
Secara sederhana, trauma adalah
respons emosional terhadap kejadian yang mengancam atau mengejutkan seseorang.
Namun, trauma tidak hanya terbatas pada kejadian besar seperti bencana alam
atau kekerasan fisik. Ada berbagai jenis trauma yang bisa dialami individu, di
antaranya:
- Trauma akut: Terjadi akibat satu peristiwa
mengejutkan, seperti kecelakaan atau kehilangan mendadak.
- Trauma kronis: Berasal dari paparan berulang terhadap
situasi yang menyakitkan, seperti pelecehan atau kekerasan dalam rumah
tangga.
- Trauma kompleks: Gabungan dari berbagai peristiwa
traumatis yang berlangsung dalam jangka waktu lama, sering kali sejak masa
kanak-kanak.
Dampak pada Kehidupan
Trauma yang tidak diatasi dapat
menghambat perkembangan seseorang dalam berbagai aspek kehidupan. Beberapa
dampak yang sering muncul meliputi:
- Gangguan emosi: Merasa cemas, takut, atau marah
berlebihan tanpa sebab yang jelas.
- Kesulitan dalam hubungan sosial: Menjauh dari orang
lain karena ketakutan akan pengkhianatan atau kesulitan mempercayai orang
lain.
- Gangguan kesehatan fisik: Trauma dapat menyebabkan
masalah psikosomatis seperti sakit kepala, gangguan tidur, dan nyeri
kronis.
Memahami bahwa trauma bukan
sekadar "perasaan lemah" adalah langkah awal dalam pemulihan. Trauma
adalah respons alami tubuh terhadap ancaman, dan kamu berhak untuk mencari cara
terbaik dalam mengatasinya.
Penyebab Trauma
Trauma dapat disebabkan oleh
berbagai pengalaman hidup yang mengganggu, seperti kekerasan, kecelakaan, atau
kehilangan. Untuk memahami lebih lanjut, simak penjelasan di bawah ini.
Pengalaman Masa Kecil
Peristiwa Mendadak
Peristiwa seperti kecelakaan,
kehilangan orang terdekat, atau serangan fisik dapat menyebabkan trauma
mendalam. Situasi yang terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan sering
kali sulit untuk diproses oleh otak, sehingga menciptakan respons stres yang
berlebihan.
Faktor Lingkungan
Selain pengalaman pribadi, faktor
lingkungan juga dapat memperparah trauma seseorang. Tinggal di daerah konflik,
menjadi saksi kekerasan, atau mengalami tekanan sosial yang tinggi bisa memicu
respons traumatis. Bahkan berita atau kejadian yang berulang kali disaksikan di
media sosial dapat menimbulkan dampak psikologis negatif.
Gejala Trauma
Gejala trauma dapat muncul dalam
berbagai bentuk fisik dan emosional. Untuk memahami lebih lanjut tentang
gejala-gejala tersebut, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Emosional dan Psikologis
Setiap individu merespons trauma
secara berbeda, tetapi beberapa gejala umum meliputi:
- Flashback atau mimpi buruk tentang kejadian traumatis
- Kesulitan mengendalikan emosi, seperti mudah marah
atau menangis tanpa sebab
- Perasaan mati rasa atau terputus dari realitas
- Menghindari tempat, orang, atau situasi yang
mengingatkan pada trauma
Fisik dan Perilaku
Trauma tidak hanya mempengaruhi
pikiran, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik seseorang:
- Gangguan tidur, seperti insomnia atau sering
terbangun dengan perasaan cemas
- Tegangan otot yang kronis akibat stres berkepanjangan
- Masalah pencernaan seperti sakit perut tanpa sebab
medis
- Penyalahgunaan zat sebagai mekanisme pelarian dari
stres
Ketika trauma mulai mengganggu
kehidupan sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, penting untuk segera
mencari cara pemulihan yang efektif.
Mulai Pulih Sekarang
Tidak ada cara instan untuk
menyembuhkan trauma, tetapi setiap langkah kecil yang kamu ambil adalah bagian
dari perjalanan menuju pemulihan.
Menghadapi dan menyembuhkan
trauma psikologis bukanlah perjalanan yang mudah, tetapi bukan pula sesuatu
yang tidak mungkin. Dengan pemahaman yang benar, metode yang tepat, dan
dukungan yang cukup, setiap individu dapat kembali menemukan keseimbangan emosional
dan menjalani hidup yang lebih sehat.
Jika kamu atau seseorang yang
kamu kenal sedang mengalami trauma, jangan ragu untuk mencari bantuan.
Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan kamu berhak untuk
merasa lebih baik.
Referensi
- https://www.psychiatry.org/patients-families/ptsd/what-is-ptsd
- https://www.nimh.nih.gov/health/topics/post-traumatic-stress-disorder-ptsd
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6182189/